Sinopsis Film All The President’s Men



Sinopsis Film All The President’s Men

Film hasil produksi Warner Bross yang berdurasi 2 jam 18 menit ini diawali dengan tertangkapnya lima orang yang berusaha menyusup di kantor pusat komite nasional partai demokrat yang berada di dalam komplek Watergate oleh penjaga keamanan, Frank Wills (diperankan oleh aslinya). Polisi pun segera tiba dan menangkap kelima pencuri itu. Keesokan paginya, Bob Woodward (Robert Redford) wartawan baru dari Washington Post ditugaskan untuk meliput berita tersebut. Woodward hadir dalam persidangan kasus tersebut. Kasus yang disangka hanyalah sekedar pencurian, namun ternyata rumit kala Woodward mengetahui bahwa salah satu tersangka dalam kasus tersebut James Mc. Cord adalah mantan konsultan keamanan CIA.
Kasus pun ditelusri oleh Woodward dan ternyata dari data yang didapat menunjukan adanya keterlibatan pemerintahan Nixon dalam kasus tersebut. Bahkan petinggi pemerintahan seperti penasehat khusus presiden dan pejabat tinggi lainnya.
Bob Woodward (Robert Redford) adalah seorang wartawan yang ditugaskan oleh editornya, Ben Bradlee (Jason Robards) untuk menyelidiki kasus penyusupan 5 orang pencuri ke kantor Partai Demokrat di kompleks perhotelan Watergate. Kasus yang tampaknya hanya merupakan kasus pencurian biasa tersebut ternyata memiliki rahasia besar yang melibatkan konspirasi di bidang pemerintahan seperti yang diinformasikan oleh Deep Throat, seorang sumber anonim yang kelak dikenal sebagai whistleblower dalam memecahkan skandal tersebut.
Woodward dan Berstein yang awalnya sempat bersitegang akhirnya dapat bekerjasama dengan baik dalam mengumpulkan data untuk kasus tersebut. Woodstein (sebutan untuk kedua wartawan tersebut) mewawancarai orang-orang yang diperkirakan terlibat dalam kasus Watergate. Data tertulis pun kian dihimpun, Woodstein yakin dengan hasil liputannya. Mereka pun menyerahkan data hasil liputannya, namun redaktur Washington Post masih menganggap data yang didapat Woodstein hanyalah mengupas kulitnya saja. Editor Washington Post Ben Bredlee (Jason Robards) mendampingi mereka dalam melakukan peliputan.
Selanjutnya Woodward menghubungi kenalannya seorang senior pejabat pemerintahan yang menjadi sumber anonim dan dikenala sebagai Deep Throat. Karena Deep Throat merupakan orang dalam pemerintahan, tiap kali Woodward ingin berbicara dengan Deep Throat, ia memberi kode dengan
meletakan bendera merah di pot bunga balkon belakang. Mereka tidak berbicara melalui telepon ataupun surat karena
Deep Throat mengetahui bahwa teleponnya disadap. Pertemuannya dilakukan saat dinihari di sebuah parkiran bawah pusat perbelanjaan. Deep Throat tak memberikan informasi secara gambling, ia hanya meminta Woodward untuk mengikuti uang $25.000 karena uang itu mengalir dari Komite Pemenangan Kembali Presiden kubu Richard Nixon kepada pelaku penyusupan Watergate. Hari-hari kemudian Woodstein kembali melanjutkan investigasinya dengan menulusuri aliran uang $25.000 tersebut. Dengan kepiawannya merayu dan pandai dalam berkata-kata, Bernstein terus mencoba mendapatkan informasi dari berbagai daftar narasumber yang ada kaitannya dengan uang tersebut.
Berita Woodstein pun terbit, Gedung Putih gempar karena menyeret nama pejabat tinggi pemerintahan Nixon. Woodstein menjadi sosok yang berbahaya, agen khusus negara menekan para pelaku untuk tidak membongkar informasi. Bahkan gerak gerik Woodstein diawasi, Deep Throat lah yang memberi tahu tentang itu. Washington Post pun dikecam karena dianggap telah memberitakan hal yang keji terhadap Watergate.
Woodstein tak menyerah begitu saja, mereka tetap ingin mengungkap kebenaran soal kasus Watergate. Berita demi berita diterbitkan dan menyulitkan Gedung Putih untuk menutupi kasus Watergate. Hingga akhirnya dalam gelar perkara, nama-nama yang disebut Woodstein pun terbukti bersalah. Dalam salah satu bukti, Presiden Richard Nixon terbukti bersalah karena berusaha menghentikan FBI untuk menyelidiki kasus tesebut dan berupaya untuk menutup-nutupi peristiwa Watergate.
Tokoh Film All The President’s Men
1.        Tokoh utama
Dustin Hoffman berperan sebagai Carl Bernstein, wartawan Washington Post yang melakukan investigasi skandal Watergate bersama rekannya Bob Woodward. Bernstein merupakan senior Woodward di Washington Post yang sangat antusias meliput berita terkait Watergate. Bernstein memiliki karakter yang cerdik dalam menggali informasi dari narasumber. Kepandaiannya dalam merayu narasumber memudahkannya dalam membongkar skandal Watergate.
Robert Redford berperan sebagai Bob Woodward. Berbeda dengan Bernstein, Woodward memiliki karakter yang tenang dan tidak mudah putus asa. Disaat Bernstein kehabisan akal, Woodward dengan pembawannya yang tenang mampu berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah.
Hal Holbrook berperan sebagai Deep Throat (W. Mark Felt). Deep Throat merupakan narasumber anonim yang membantu Woodward dalam membongkar skandal Watergate. Deep Throat merupakan orang dalam pemerintahan yang berani membocorkan mengenai Watergate kepada Woodward. Namun Deep Throat memberikan informasi tidak secara gambling kepada Woodward, ia hanya memberikan clue dan  memverifikasi terkait informasi yang didapat Woodward.
2.        Tokoh pendukung
Jason Robards berperan sebagai Ben Bradlee, redaktur Washington Post yang memiliki sifat kritis dan tidak mudah percaya. Ketika Woodward dan Bernstein menyerahkan hasil liputannya, ia meminta agar Woodstein mencari informasi lebih keras lagi dan menurutnya informasi itu tidak menjawab teka teki mengenai Watergate. Dibalik sifatnya yang keras, namun Bredlee sangat mendukung Woodstein. Berkat kepiawannya ber-acting dalam film ini, Jason Robards berhasil meraih penghargaan sebagai pemeran pendukung terbaik dalam Academy Awards (Oscar) pada tahun 1977.
Harry M. Rosenfeld diperankan oleh Jack Warden. Berbeda dengan Bredlee yang sangat kritis pada Woodstein, Harry yang juga editor Washington Post justru sangat mendukung dan membantu Woodstein dalam melakukan investigasinya. Ia bahkan membela Woodward saat Howard Simon sang redaktur meremehkan Woodward dalam liputan.
Howard Simons merupakan redaktur pelaksana Washington Post yang diperankan oleh Martin Balsam. Simons yang awalnya meremehkan Woodward, pada akhirnya justru mendukung Woodward dan Bernstein karena ia yakin yang dilakukan Woodward dan Bernstein adalah sesuatu yang benar.


Comments

Popular posts from this blog

MENGENAL BATIK PEDALAMAN DAN BATIK PESISIR

PERLUKAN UJIAN NASIONAL DIHAPUSKAN?