PERLUKAN UJIAN NASIONAL DIHAPUSKAN?
PERLUKAN UJIAN NASIONAL DIHAPUSKAN?
Akhir-akhir
ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang mengkaji
kemungkinan penghapusan ujian nasional
(UN). Alasannya agar dapat menciptakan kesinambungan sistem pendidikan. Menurut Nadiem Makarim, ia menginginkan untuk
menghindari dampak negatif dari UN tersebut.
Dilihat dari keadaan dan situasi lapangan saat ini,
ujian nasional menjadi momok terberat bagi siswa selama di bangku sekolah.
Dampak negatif bagi siswa adalah tingkat stres yang tinggi
pada siswa saat persiapan ujian nasional. Menurut Nadiem saat siswa menghadapi ujian yang pelajarannya tidak
dikuasai, ada rasa khawatir yang berlebihan.
Banyak
sekali aspirasi dari guru, dari siswa maupun dari orangtua yang sebenarnya
banyak juga dari mereka yang menginginkan penghapusan ujian nasional dan
diganti dengan sistem kelulusan yang lebih baik. Agar tidak menjadi beban bagi
siswa. Dengan
dihapuskannya UN, guru dan sekolah jadi tidak dibebani target. Demi mengejar
target kelulusan, baik kepala sekolah, dinas, maupun Pemda suka membuat laporan
persentase palsu.
Kebijakan
perihal UN ini masih dalam tahap pengkajian lebih dalam. Menurut M. Abduhzen selaku
pengamat pendidikan, lebih baik kalau penghapusan UN dilakukan di semua
sekolah. Hal ini dilakukan agar adil, praktis, dan tidak memperluas
kesenjangan antar sekolah. Abduhzen menilai selama ini UN belum memotivasi
siswa dalam meningkatkan minat belajar.
Menurut saya Ujian
Nasional selama ini menjadikan beban bagi siswa, Ujian Nasional menjadi penentu
kelulusan selama sekolah bertahun-tahun.
Selama ini
meskipun ujian nasional menjadi syarat kelulusan utama, UN tidak meningkatkan
motivasi siswa untuk belajar. Motivasi untuk belajar memang seharusnya tidak
ditumbuhkan untuk mengejar nilai maupun predikat kelulusan. Melainkan
agar mampu menguasai ilmu pengetahuan yang akan bermanfaat di masa depanmu
kelak. Akan lebih baik motivasi belajar ditingkatkan melalui proses belajar,
bukan mengandalkan ujian. "Bukan dipaksakan melalui ujian. Jadi sekolah
berintegritas juga bukan ditentukan oleh ujian saja.
Apabila UN benar-benar dihapuskan, maka
guru dapat dengan leluasa mengembangkan pembelajaran mereka, tidak hanya
berkutat di materi ujian. Guru sejatinya jadi lebih leluasa dalam
mengeksplorasi pembelajaran karena tidak lagi mengejar target semu (dari UN).
Comments
Post a Comment