RESENSI BUKU CHAIRIL ANWAR BAGIMU NEGERI MENYEDIAKAN API
RESENSI BUKU CHAIRIL ANWAR BAGIMU NEGERI MENYEDIAKAN
API
I.
Judul Resensi
CHAIRIL
ANWAR
Bagimu
Negeri Menyediakan Api
II.
Identitas Buku
a.
Judul buku : Chairil Anwar
Bagimu Negeri Menyediakan Api
b.
Nama pengarang : Tim edisi khusus Chairil
Anwar
c.
Tahun terbit : 2016
d.
Tempat terbit : Jakarta
e.
Nama penerbit : Kepustakaan populer
Gramedia
f.
Cetakan ke : ke-1
g.
Tebal buku/
jumlah halaman : 152 halaman
III.
Ringkasan Buku/
Sinopsis
Buku ini mengungkap hidup Chairil Anwar dengan
lengkap, mulai dari masa kecilnya, kepindahannya ke Jakarta, sampai
inspirasinya dalam menulis. Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922.
Kedua orangtua Chairil Anwar berasal dari kalangan kelas atas. Ayahnya, Toeloes
bin Manan, pegawai tinggi di era kolonial Belanda. Ibunya, Saleha putri
bangsawan kota Gadang, Sumatera Barat. Chairil Anwar adalah tipe seniman yang
memliki otak yang selalu resah bergerak dan tak bisa diimbangi oleh
keterbatasan fisiknya dan logika orang-orang pada zamannya. Ketika tinggal
bersama orangtuanya maupun dengan neneknya, Chairil selalu dimanjakan dan
dicukupi. Chairil menjadi anak yang keras kepala dan tak mengenal batas. Disisi
lain, ia cerdas dan bergaul luas. Ia dibesarkan dalam keluarga yang terbilang
tidak baik. Kedua orangtuanya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Chairil Anwar
bersekolah di Hollandsch Inlandsahe School (HIS) kemudian dia meneruskan
pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), tetapi dia keluar
sebelum lulus.
Pada saat usia 19 tahun, ia pindah ke Batavia
bersama dengan ibunya pada tahun 1941 di mana ia mulai kenal dan serius
menggeluti dunia sastra. Di Jakarta Chairil miskin bahkan terlantar. Ia
menggelandang dari satu tempat ke tempat lain. Untuk bertahan hidup, ia sering
mencuri kecil-kecilan. Chairil adalah keponakan Sjahrir dari keluarga ibunya,
Saleha. Chairil dan ibunya Saleha menumpang di rumah Sutan Sjahrir di Jalan
Dambrink. Mereka hidup serba kekurangan. Chairil pernah bekerja sebagai penerjemah
di kantor statistik. Namun itu tak bertahan lama. Chairil juga pernah bekerja
di Opbouq-Pembangoenan dengan tugas khusus mencari naskah untuk dipublikasi.
Mengenai puisi-puisi perjuangannya, ia tidak menulisnya hanya di balik meja,
namun ia juga menyaksikan peristiwa yang kemudian dituangkannya dalam puisi
tersebut. Misalnya Krawang-Bekasi. Selain puisi perjuangan, ada juga
puisi-puisi cinta yang terinspirasi dari beberapa perempuan yang pernah singgah
di hidupnya. Seperti Sri Ajati dan Karinah kemudian Chairil dan Hapsah menikah
pada pada 6 September 1946. Namun Hpsah kerap meributkan Chairil yang tak punya
pekerjaan tetap. Sembilan bulan kemudian, tepatnya 17 Juni 1947, Evawani lahir.
Kelahirannya pun tak bisa memperbaiki suasana rumah tanggaa mereka. Keduannya
berpisah.
Tujuh hari terbaring di rumah sakit, Chairil
meninggal pada pukul 02.30 siang Kamis, 28 April 1949, pada usia 27 tahun.
Chairil meninggal karena tifus, infeksi dan usus pecah. Chairil adalah seorang
perintis jalan bagi sastra modern Indonesia. Chairil juga seorang kekasih dunai
perpuisian Indonesia. Chairil Anwar adalah penyair yang namanya paling dikenal,
kisah hidupnya paling menarik perhatian, buku puisinya paling sering dicetak
ulang, dan hari kematiannya dimuliakan.
IV.
Keunggulan/
Kelebihan Buku
Keunggulan
dari buku ini Chairil dalam menciptakan puisi-puisinya ia tidak menulisnya
hanya dibalik meja, ia juga menyaksikan peristiwa yang kemudian dituangkan
dalam puisi.
V.
Kelemahan/
Kekurangan Buku
Kelemahan
dari buku ini yaitu karya yang diciptakan berbentuk sajak kata-katanya sulit
untuk dipahami.
VI.
Kesimpulan dan
Saran
Kesimpulan
Chairil
Anwar adalah seniman yang memiliki otak yang selalu resah bergerak dan tak bisa
diimbangi oleh keterbatasan fisiknya dan logika orang-orang pada zamannya.
Saran
Saran
saya sebaiknya dalam penggunaan kata-katanya lebih diperbaiki agar mudah untuk
dipahami dan alur ceritanya dibuat lebih menarik.
VII.
Rekomendasi
Cerita
dalam buku ini layak untuk bahan ajar di sekolah. Karena dalam buku ini banyak
hasil karya yang bisa kita pelajari dan Chairil Anwar adalah sosok yang
menginspirasi tentang bagaimana para pengarang menciptakan karakter bahasa.
Nama :
Rohmah Widi Astuti
NIM :
A310160055
Kelas :
7A
Comments
Post a Comment